Saturday, March 08, 2003

Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh

Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat ....... ia tersenyum.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara
padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai tujuan, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih. Engkau sudah begitu baik.Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu.Lihatlah, aku buta."
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru.Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak ?" Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku baru tahu dia tidak bisa mendengar.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.
Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau.....
Dengan dua mata untuk memandang mentari dan bukit-bukit.....
Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi.....
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.

taken from eys-islamys
posted by meirawan
mey_ira@yahoo.com


ps:4 meir, sorry if i put this stuff without ur permission...

No comments: